Sesungguhnya, taatnya istri kepada suami adalah dalam rangka
menaati Allah swt.
Karena, begitu banyak peringatan Allah swt. tentang kewajiban seorang istri kepada suaminya.
Menjadi istri salehah bukanlah perkara yang mudah. Setiap wanita akan menempuh berbagai ujian, jika dahulu Aisyah binti Imran diuji oleh Allah dengan berbagai kekerasan yang ditimpakan Fir'aun kepadanya, hingga ia bisa melewatinya dengan bersabar. Begitu juga dengan Maryam yang diuji dengan lahirnya Isa tanpa ada suami, maka itulah ujian kesabaran seorang wanita untuk mencapai derajat salehah.
Seorang istri bisa juga meraih derajat salehah jika ia telah menggambarkan apa yang disiratkan dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa' : 43.
Ciri ciri wanita salihah:
1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya,
2. Taat kepada suami,
3. Menjaga kehormatan diri saat ia tidak bersama suami,
4. Menjaga harta suami dari sesuatu yang tak diridai oleh-Nya.
Selain taat kepada Allah dan Rasul-Nya, seorang istri salehah mampu menjadi menyejuk mata sang suami ketika dipandang. Ada tiga aspek agar kaum wanita benar benar menjadi insan yang salehah dan diridai Allah swt.
1. Wanita diciptakan sebagai penenteram dan penyenang hati,
2. Wanita tersimpan kasih dan sayang,
3. Wanita berperan sebagai melahirkan zuriat dan pemberi pendidikan.
Islam juga telah menetapkan ciri ciri calon istri yang baik iaitu:
1. Al Waluud (subur tidak mandul)
2. Al Waduud (rasa cinta),
3. As Sittirah (menyimpan rahasia),
4. Al ziizh Ahliha (teguh pendirian),
5. Az Zaliilah Ma'a Ba'lihaa (merendahkan diri),
6. Mutabarriyah (suka berhias),
7. Al Hashaanu (membatasi diri),
8. Mendengarkan dan mentaati perintah suami dalam rangka mentaati perintah Allah swt.,
9. Menyerahkan diri kepada suami secara baik.
Karena, begitu banyak peringatan Allah swt. tentang kewajiban seorang istri kepada suaminya.
Menjadi istri salehah bukanlah perkara yang mudah. Setiap wanita akan menempuh berbagai ujian, jika dahulu Aisyah binti Imran diuji oleh Allah dengan berbagai kekerasan yang ditimpakan Fir'aun kepadanya, hingga ia bisa melewatinya dengan bersabar. Begitu juga dengan Maryam yang diuji dengan lahirnya Isa tanpa ada suami, maka itulah ujian kesabaran seorang wanita untuk mencapai derajat salehah.
Seorang istri bisa juga meraih derajat salehah jika ia telah menggambarkan apa yang disiratkan dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa' : 43.
Ciri ciri wanita salihah:
1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya,
2. Taat kepada suami,
3. Menjaga kehormatan diri saat ia tidak bersama suami,
4. Menjaga harta suami dari sesuatu yang tak diridai oleh-Nya.
Selain taat kepada Allah dan Rasul-Nya, seorang istri salehah mampu menjadi menyejuk mata sang suami ketika dipandang. Ada tiga aspek agar kaum wanita benar benar menjadi insan yang salehah dan diridai Allah swt.
1. Wanita diciptakan sebagai penenteram dan penyenang hati,
2. Wanita tersimpan kasih dan sayang,
3. Wanita berperan sebagai melahirkan zuriat dan pemberi pendidikan.
Islam juga telah menetapkan ciri ciri calon istri yang baik iaitu:
1. Al Waluud (subur tidak mandul)
2. Al Waduud (rasa cinta),
3. As Sittirah (menyimpan rahasia),
4. Al ziizh Ahliha (teguh pendirian),
5. Az Zaliilah Ma'a Ba'lihaa (merendahkan diri),
6. Mutabarriyah (suka berhias),
7. Al Hashaanu (membatasi diri),
8. Mendengarkan dan mentaati perintah suami dalam rangka mentaati perintah Allah swt.,
9. Menyerahkan diri kepada suami secara baik.